Agen AI vs Chatbot: Mana yang Benar-Benar Dapat Liputan Pers Kamu
Kebanyakan founder pakai chatbot untuk PR: paste ke ChatGPT, edit, kirim manual ke Gmail, dan panggil itu automation. Tapi agen AI lakukan sesuatu fundamentally berbeda - menjalankan multi-step outreach workflow tanpa supervise kamu setiap langkah. Chatbot hanya bantu kamu menulis pitch lebih bagus. Agen AI sebenarnya menjalankan campaign: pull journalist list, check publikasi recent, personalisasi pitch berdasarkan coverage pattern mereka, send, monitor reply, flag no-response, update tracking - semua automated, tanpa kamu intervensi. Untuk founder solo PR yang log 6-9 jam per minggu di outreach task (research, write, send, track, follow-up), agent workflow reduce ke 2-3 jam per minggu. Itu half workday yang return ke product development setiap minggu. Inilah perbedaannya dengan data dari kampanye real.
